Lewati ke isi utama
Portal Resmi Pemerintah Kota Payakumbuh

Walikota Payakumbuh Serahkan Secara Simbolis Bantuan Stimulan Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2026

Payakumbuh, 11 Agustus 2026 — Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman melaksanakan kegiatan Penyerahan Secara Simbolis Bantuan Stimulan Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2026 oleh Wali Kota Payakumbuh sekaligus Sosialisasi Standar Teknis Penyediaan dan Rehabilitasi Rumah kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026, Selasa (11/8).

Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 WIB tersebut bertempat di Gedung Pertemuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Payakumbuh. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh dalam meningkatkan kualitas hunian dan mewujudkan rumah yang layak, aman, nyaman, serta sehat bagi masyarakat.

Acara diawali dengan sambutan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Payakumbuh, Marta Minanda, ST., MT. Dalam sambutannya, ia menyampaikan berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas rumah masyarakat, khususnya melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Marta Minanda menyampaikan bahwa selama kurun waktu 10 tahun terakhir, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Payakumbuh telah melaksanakan perbaikan rumah masyarakat sebanyak 1.814 unit.

“Selama 10 tahun ini, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Payakumbuh telah melakukan perbaikan rumah sebanyak 1.814 unit,” ujarnya.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan Wali Kota Payakumbuh, Dr. dr. Zulmaeta, Sp.Og-KFM, sekaligus membuka kegiatan secara resmi dan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada penerima Bantuan Stimulan Rumah Swadaya Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Wali Kota Payakumbuh menegaskan pentingnya program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat. Menurutnya, program tersebut memiliki keterkaitan dengan program strategis nasional serta menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

“Program RTLH ini sangat penting karena berkaitan dengan program strategis nasional, yaitu program tiga juta rumah. Program RTLH ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan fungsi rumah yang layak huni bagi masyarakat Kota Payakumbuh,” ungkapnya.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat penerima sehingga mampu meningkatkan kualitas tempat tinggal sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga.

Penyerahan bantuan secara simbolis tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran Pemerintah Kota Payakumbuh dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar berupa hunian yang layak. Pemerintah juga terus mendorong sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait agar program perumahan dapat berjalan secara optimal dan tepat sasaran.

Setelah rangkaian sambutan dan penyerahan bantuan secara simbolis, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang disampaikan oleh Ferry Novrizal, ST., M.Si. Sosialisasi ini memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya legalitas bangunan serta tata cara pengurusan PBG sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selanjutnya, materi sosialisasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) disampaikan oleh Kepala Bidang Perumahan, Murdifin, ST. Materi tersebut memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait standar teknis penyediaan dan rehabilitasi rumah, sehingga pelaksanaan pembangunan maupun perbaikan rumah dapat memenuhi standar kelayakan, keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap masyarakat semakin memahami pentingnya rumah yang memenuhi standar layak huni serta dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung program perumahan pemerintah.

Program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya Tahun 2026 diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas fisik rumah masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Payakumbuh dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.