Dorong Sanitasi Berkelanjutan, Pemko Payakumbuh dan Unand Kembangkan Inovasi Pengomposan Lumpur Tinja
PAYAKUMBUH – Pemerintah Kota Payakumbuh terus mendorong pengembangan pengelolaan lumpur tinja yang lebih berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Andalas dalam kegiatan Sosialisasi Metode Pengomposan dengan Bahan Baku Lumpur Tinja.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026, di Aula Kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PKP) Kota Payakumbuh itu diikuti 30 peserta. Peserta terdiri atas staf Dinas PKP Kota Payakumbuh, khususnya Bidang PSU Kawasan Permukiman, serta tim dari Departemen Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Andalas.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Payakumbuh, Marta Minanda, ST., MT., yang membuka kegiatan secara langsung, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut.
Menurut Marta, isu pengelolaan lumpur tinja berkaitan erat dengan upaya peningkatan kualitas sanitasi dan lingkungan perkotaan. Pengelolaan lumpur tinja tidak cukup hanya dipandang sebagai proses pengolahan limbah, tetapi perlu diarahkan menjadi bagian dari sistem sanitasi yang aman, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pengelolaan lumpur tinja membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pembuangan, tetapi juga bagaimana hasil pengolahannya dapat memberikan manfaat dan memiliki nilai tambah. Karena itu, inovasi dan hasil penelitian seperti metode pengomposan ini sangat penting untuk terus dikembangkan,” ujar Marta.
Kegiatan sosialisasi turut menghadirkan akademisi dan peneliti dari Departemen Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Andalas, di antaranya Prof. Dr. Ir. Putri Sri Komala, MT dan Dr. Eng. Shinta Silvia, S.Si., MT.
Materi yang disampaikan membahas metode pengomposan dengan memanfaatkan lumpur tinja sebagai bahan baku. Metode tersebut merupakan hasil penelitian Sindi Wahyu Rinanti, mahasiswa Program Studi Magister Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Andalas.
Penelitian tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan hasil kajian akademik untuk menjawab tantangan pengelolaan sanitasi. Melalui proses pengomposan yang tepat, lumpur tinja yang sebelumnya dipandang sebagai limbah dapat diolah menjadi material yang lebih stabil dan berpotensi memiliki nilai manfaat.
Selama kegiatan, peserta memperoleh penjelasan mengenai konsep dasar pengomposan, karakteristik bahan baku, tahapan proses, serta berbagai aspek teknis yang perlu diperhatikan dalam pengolahan lumpur tinja.
Diskusi berlangsung interaktif. Peserta juga mendapat kesempatan untuk membahas kemungkinan penerapan metode tersebut dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan pengelolaan lumpur tinja di Kota Payakumbuh.
Tinjau Pengelolaan Lumpur Tinja di IPLT Payakumbuh

Usai sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Payakumbuh.
Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung proses pengelolaan dan pengolahan lumpur tinja di IPLT, sekaligus menghubungkan materi yang diperoleh selama sosialisasi dengan kondisi operasional di lapangan.
Peserta juga mendapat gambaran mengenai proses penerimaan dan pengolahan lumpur tinja, unit-unit pengolahan yang tersedia, serta berbagai aspek operasional yang menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan layanan sanitasi.
Kegiatan lapangan sekaligus menjadi ruang diskusi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi untuk mengidentifikasi peluang pengembangan pengelolaan lumpur tinja ke depan, termasuk kemungkinan penerapan teknologi dan metode pengomposan yang diperkenalkan.
Perkuat Sinergi Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong inovasi pengelolaan lingkungan dan sanitasi berbasis ilmu pengetahuan.
Bagi Pemerintah Kota Payakumbuh, keterlibatan perguruan tinggi dapat membuka akses terhadap perspektif ilmiah, hasil penelitian, serta alternatif teknologi yang dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lumpur tinja.
Sementara bagi perguruan tinggi, kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjadi sarana untuk membawa hasil penelitian dan pengetahuan akademik agar dapat memberikan manfaat secara langsung bagi pemerintah dan masyarakat.
Ke depan, pengelolaan lumpur tinja diharapkan tidak hanya berfokus pada pengurangan dampak lingkungan, tetapi juga berkembang menuju pendekatan circular economy. Pendekatan ini mendorong pemanfaatan kembali material hasil pengolahan secara aman dan sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku.
Melalui kegiatan sosialisasi dan kunjungan lapangan tersebut, Pemerintah Kota Payakumbuh dan kalangan akademisi diharapkan dapat membangun pemahaman bersama mengenai peluang pengembangan metode pengomposan lumpur tinja.
Hasil penelitian yang diperkenalkan juga diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pengembangan inovasi pengolahan lumpur tinja di IPLT Payakumbuh sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan sanitasi bagi masyarakat.